Hukum Pidana : Penyidikan

Hukum Pidana : Penyidikan

Hukum Sumber Hukum


Dalam Hukum Pidana terdapat proses penanganan perkara tidak pidana. Salah satu dari proses penanganan Perkara tindak pidana adalah penyidikan. Kalian pasti bertanya apakah sebenarnya pengertian penyidikan dan apa sajakah mengenai penyidikan?. Untuk lebih lanjut mengenai Proses Penyidikan dalam Hukum pidana akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini.

Pengertian Penyidikan tercantum dalam Pasal 1 Angka 2, Pengertian Penyidikan merupakan serangkaian tindakan penyidik dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Berdasarkan rumusan pengertian penyidikan di atas, tugas utama penyelidik ialah :
1. mencari dan mengumpulkan bukti yang dengan bukti-bukti tersebut membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi;
2. menemukan tersangka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Pengertian penyelidikan adalah tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti, dimana bukti-bukti tersebut membuat terang suatu perkara tindak pidana yang terjadi guna untuk menemukan tersangkanya.

Pada Pasal 7 KUHAP, Penyidik diberikan kewenangan-kewenangan sebagai berikut :
1. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tidak pidana
2. Melakukan tindakan pertama pada saat di tempat kejadian
3. Menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal dari tersangka
4. Melakukan penangkapan, penggeledahan, penahanan dan penyitaan
5. Melakukan pemeriksan dan penyitaan surat
6. Mengambil sidik jari dan memotret seorang
7. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi
8. Mendatangkan ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara
9. Mengadakan penghentian penyidikan
10. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

Dalam Proses Penanganan Hukum pidana, setelah selesai dilakukan penyelidikan oleh penyidik, maka berkas diserahkan oleh penyidik kepada Penuntut umum (pasal 8 angak (2) KUHAP).
1. Tahap Pertama, penyidik hanya menyerahkan berkas perkara;
2. Dalam hal penyidik sudah dianggap selesai, maka penyidik menyerahkan tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum.

Jika pada penyerahan tahap pertama, penuntut umum berpendapat bahwa berkas kurang lengkap maka penuntut umum dapat mengembalikan berkas perkara kepada penyidik untuk dilengkapi disertai petunjuk (penuntut umum menerbitkan P.18 dan P.19). Penuntut umum juga dapat melengkapi sendiri dengan melakukan pemeriksaan tambahan. Berdasarkan pasal 110 angka (4) KUHAP, jika dalam waktu 14 hari penuntut umum tidak mengembalikan berkas (hasil penyelidikan) maka penyidikan dianggap telah selesai.

Sumber: Buku Hukum Pidana Yang Dipakai Dalam Penulisan Ini:

- Leden Marpaung, 2011. Proses Penanganan Perkara Pidana (Penyelidikan dan Penyidikan). Yang Menerbitkan PT Sinar Grafika: Jakarta.
Penyidikan
Gambar Penyidikan

Labels: