Hukum Pidana : Penyelidikan

Hukum Pidana : Penyelidikan 

Hukum Sumber Hukum


Dalam Proses Penanganan Hukum Pidana, dikenal proses penanganan tindak pidana yaitu Penyelidikan. Kalian pasti bertanya apakah pengertian penyelidikan dan apa saja dalam proses penyelidikan ?. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai penyelidikan sebagai proses penanganan tindak pidana dalam ketentuan hukum pidana.

Pengertian Penyelidikan dalam pasal 1 angka 5 KUHAP, Penyelidikan adalah serangkaian tindakan atau penyelidikan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyelidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini".

Dengan perkataan lain, penyeldikan dilakukan sebelum penyidikan. Sasaran "mencari dan menemukan" tersebut adalah "suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana". Dengan kata lain "mencari dan menemukan" berarti penyelidik berupaya atas inisiatif sendiri untuk menemukan peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana.

Dalam kenyataan sehari-hari, biasanya penyelidik atau penyidik baru mulai melaksanakan tugasnya setelah adanya laporan atau pengaduan dari pihak yang dirugikan. Berdasarkan pasal 4 KUHAP, penyelidik ialah setiap pejabat polisi Negara Republik Indonesia (POLRI).

Jadi kesimpulannya Penyelidikan dilakukan sebelum penyidikan, dalam proses penyelidikan dilakukan oleh pihak kepolisian. Hal ini didasrkan pada ketentuan pasal 4 KUHAP, dimana "penyelidik" adalah setiap pejabat polisi Negara Republik Indonesia (POLRI). Senjutnya tentang penyelidik diatur oleh pasal 5 KUHAP sebagai berikut :

Penyelidik sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 4
karena kewajibannya mempunyai wewenang :
1. Menerima laporan atau pengaduan dari saksi atau seseorang tentang adanya tindak pidana;
2. Mencari keterangan dan barang bukti;
3. Menyuruh berhenti seseorang yang diduga atau dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri;
4. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang harus bertanggung jawab.

Atas perintah Penyidik dapat wewenang untuk melakukan tindakan berupa :
1. Penangkapan, larangan meninggalkan tempat, penyitaan dan penggeledahan;
2. Pemeriksaan dan penyitaan surat;
3. Mengambil sidik jari dari tersangka dan memotretnya;
4. Membawa dan menghadapkan Tersangka pada penyidik.

Penyelidik membuat laporan dan menyampaikan laporan pelaksanaan tindakan sebagaimana tersebut pada angka (1) huruf a dan huruf b kepada penyidik.

Demikianlah pembahasan dalam tulisan ini mengenai penyelidikan sebagai salah satu proses penanganan tindak pidana dalam ketentuan hukum pidana.

Sumber: Buku Hukum Pidana Yang Dipakai Dalam Penulisan ini:

- Leden Marpaung, 2011. Proses Penanganan Perkara Pidana (Penyelidikan dan Penyidikan). Yang Menebitkan PT Sinar Grafika: Jakarta.
Penyelidikan
Gambar Penyelidikan

Labels: