Ekonomi Islam : Pinjam-meminjam Dalam Hukum Ekonomi Islam

Ekonomi Islam : Pinjam-meminjam Dalam Hukum Ekonomi Islam

Hukum Sumber Hukum


Pengertian pinjam-meminjam adalah memberikan sesuatu yang halal kepada orang lain untuk diambil manfaatnya dengan tidak merusak zatnya, agar dapat dikembalikan zat barang itu.

Pengertian pinjam-meminjam dalam hukum ekonomi islam serupa dengan pinjam pakai yang dijumpai dalam ketentuan pasal 1740 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Dalam pasal tersebut dinyatakan, pinjam-meminjam ialah suatu perjanjian dengan memberikan sesuatu barang kepada pihak lain untuk dipakai dengan cuma-cuma. Dalam Hukum ekonomi islam, diberikan syarat bahwa setelah menerima dan memakai barang, dalam jangka waktu tertentu harus mengembalikannya.

Yang menjadi dasar hukum perjanjian pinjam-meminjam dapat disandarkan kepada ketentuan Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam Alquran disebutkan "...hendaklah kamu tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.."(QS. Al-Maidah: 2). Sedangkan dalam sunnah Rasulullah SAW, antara lain yang diriwayatkan oleh Abu DAud dan At-Tirmizi dan mensahihkannya dari Umamah, bahwa Nabi SAW bersabda: Ariah (barang pinjaman) merupakan barang yang wajib dikembalikan.

Sumber: Buku Hukum Ekonomi Islam Yang Digunakan Dalam Penulisan Ini:

- Suhrawati K. Lubis, 2000. Hukum Ekonomi Islam. Yang Menerbitkan Sinar Grafika: Jakarta.
Pinjam Meminjam
Gambar Pinjam Meminjam

Labels: