Ekonomi Islam: Perjanjian Kerja Dalam Hukum Ekonomi Islam

Ekonomi Islam: Perjanjian Kerja Dalam Hukum Ekonomi Islam

Hukum Sumber Hukum


Secara umum, Pengertian perjanjian kerja adalah perjanjian yang diadakan oleh dua orang (pihak) atau lebih. Satu pihak berjanji untuk memberikan pekerjaan dan pihak lain berjanji untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Dalam istilah Hukum Ekonomi Islam pihak yang melakukan pekerjaan disebut ajir, (ajir ini terdiri dari ajir khas yaitu seseorang atau beberapa orang yang bekerja untuk kepentingan orang banyak). Orang yang memperoleh manfaat dari pekerjaan ajir (pemberi kerja) disebut musta'jir.

Dasar hukum perjanjian kerja dapat dilihat dalam teks alquran maupunn sunah. Dalam Alquran disebutkan, "Berkatalah salah seorang dari (kedua gadis itu), wahai ayahku!, terimalah ia sebagai pekerja upahan. Sebaiknya yang diterima bekerja ialah orang yang kuat, yang bisa dipercaya.

Sedangkan Hadist yang menjadi dasar hukum perjanjian kerja yaitu yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari menyatakan bahwa Nabi pernah menyewa seseorang dari Bani Ad Diil bernama Abdullah bin Al Uraiqit, orang itu penunjuk jalan yang profesional.

Sumber: Buku Hukum Ekonomi Islam Yang digunakan Dalam Penulisan Ini:

- Suhrawati K. Lubis, 2000. Hukum Ekonomi Islam. Yang Menerbitkan Sinar Grafika: Jakarta.
Perjanjian Kerja
Gambar Perjanjian Kerja

Labels: