Teori Pemidanaan ~ Teori Tujuan

Teori Pemidanaan - Teori Tujuan

Hukum Sumber Hukum


Teori ini mendasarkan pandangan kepada maksud dari pemidanaan, yaitu untuk perlindaungan masyarakat atau pencegahan terjadinya. Artinya, dipertimbangkan juga pencegahan untuk masa mendatang. Penganjur teori ini antara lain Paul Anselm van Feurbach yang mengemukakan hanya dengan mengadakan ancaman pidana saja tidak akan memadai, melainkan diperlukan penjatuhan pidana kepada si penjahat.

Pengertian dalam teori tujuan ini berbeda sekali dengan teori absolut (mutlak). Karena dalam teori absolut itu tindakan pidana dihubungkan dengan kejahatan, maka pada teori relatif ditujukan kepada hari-hari yang akan datang, yaitu dengan maksud membidik orang yang telah berbuat jahat tadi, agar menjadi baik kembali.

Mengenai Tujuan-Tujuan itu terdapat tiga teori, yaitu :
1. Untuk menakuti, Teori dari Anselm von Reuerbach, hukuman itu harus diberikan sedemikian rupa/ cara, sehingga orang takut untuk melakukan kejahatan. Akibat dari teori itu ialah hukuman-hukuman harus diberikan seberat-beratnya dan kadang-kadang merupakan siksaan.
2. Untuk memperbaiki, Hukuman yang dijatuhkan dengan tujuan untuk memperbaiki si terhukum sehingga di kemudian hari ia menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan tidak akan melanggar pula peraturan hukum (speciale prevensi/ pencegahan khusus).
3. Untuk melindungi, Tujuan hukuman ialah melindungi masyarakat terhadap perbuatan-perbuatan jahat. Dengan diasingkannya si penjahat itu untuk sementara, masyarakat di lindungi dari perbuatan-perbuatan jahat orang tu, (generale prevensi/ pencegahan umum).


Teori tujuan / teori relatif yang tertua adalah teori pencegahan umum. Diantara teori pencegahan umum ini yang tertua adalah teori yang bersifat menakut-nakuti. Menurut teori ini, bahwa untuk melindungi ketertiban umum (masyarakat) terhadap suatu tindak pidana maka pelaku yang tertangkap harus dijadikan contoh dengan pidana yang sedemikian rupa sehingga orang menjadi taubat karenanya.

Sedangkan teori relatif yang lebih modern dengan teori pencegahan khusus. Teori ini berpandangan bahwa tujuan dari pidana adalah untuk mencegah niat jahat dari si pelaku tindak pidana yang telah dijatuhi pidana agar tidak melakukan tindak pidana lagi.

Buku hukum pidana yang digunakan dalam penulisan ini :

- Erdianto Effendi, 2011. HUKUM PIDANA INDONESIA Suatu Pengantar. PT Refika Aditama: Bandung.
Teori Pemidanaan
Gambar Teori Pemidanaan

Labels: