Teori pemidanaan ~ Teori Pembalasan

Teori Pemidanaan - Teori Pembalasan

Hukum Sumber Hukum


Teori pembalasan membenarkan pemidanaan karena seseorang telah melakukan tindak pidana. Penganjur teori ini antara lain Immanuel Kant yang mengatakan "fiat justitia ruat coelum" (walupun besok dunia akan kiamat, namun penjahat terakhir harus menjalankan pidananya). Kan mendasarkan teorinya berdasarkan prinsip moral/ etika. Penganjur lain adalah Hegel yang mengatakan bahwa hukum adalah perwujudan kemerdekaan, sedangkan kejahatan adalah merupakan tantangan kepada hukum dan keadilan. Karena itu, menurutnya penjahat harus dilenyapkan. Menurut Thomas Aquinas pembalasan sesuai dengan ajaran Tuhan karena itu harus dilakukan pembalasan kepada penjahat.

Teori absolut atau teori pembalasan ini terbagi dalam dua macam, yaitu :
1. Teori pembalasan yang objektif, yang berorientasi pada pemenuhan kepuasan dari perasaan dendam dari kalangan masyarakat. Dalam hal ini tindakan si pembuat kejahatan harus dibalas dengan pidana yang merupakan suatu bencana atau kerugian yang seimbang dengan kesengsaraan yang diakibatkan oleh si pembuat kejahatan.

2. Teori pembalasan subjektif, yang berorientasi pada penjahatnya. Menurut teori ini kesalahan si pembuat kejahatanlah yang harus mendapat balasan. Apabila kerugian atau kesengsaraan yang besar disebabkan oleh kesalahan si pembuat kejahatanlah yang harus mendapat balasan. Apabila kerugian atau kesengsaraan yang besar disebabkan oleh kesalahan yang ringan, maka si pembuat kejahatan sudah seharusnya dijatuhi hukum pidana yang ringan.

Buku hukum pidana yang digunakan dalam penulisan ini :

- Erdianto Effendi, 2011.HUKUM PIDANA INDONESIA Suatu Pengantar. PT Refika Aditama: Bandung.
Teori Pemidanaan
Gambar Teori Pemidanaan

Labels: