Sumber-Sumber Hukum islam

Sumber-Sumber Hukum islam

Hukum Sumber Hukum

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai sumber-sumber hukum islam.

Sistem Hukum di dunia memiliki metode untuk selalu membuat sistem hukum itu eksis, fleksibel dan responsif sepanjang masa, apalagi sistem hukum islam yang secara eksplisit akan terjaga orisinalitasnya oleh Allah SWT. Pada semua sistem hukum telah memiliki sarana yang disebut dengan sumber-sumber hukum yang berperan untuk memberikan solusi untuk menjadikan sistem tersebut akseratif dengan segala peristiwa dan membuat sistem tersebut semakin berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan dan peradaban manusia.

Sumber dari sesuatu peraturan hukum adalah sangat penting untuk diketahui oleh karena dari sumber itu dapat diketahui dari mana asalnya peraturan itu. Suatu peraturan hukum (Siraj, 1981 : 73) bilamana tidak didasarkan kepada suatu sumber, maka peraturan hukum itu tidak ada nilainya, bahkan dapat dikatakan tidak wajar dinamakan hukum. Oleh karena itu setiap peraturan hukum mempunyai sumber pengambilannya. Demikian pula halnya dengan hukum islam yang tentunya juga mempunyai sumber pengambilannya sekalipun belum semuanya disepakati oleh para fuqaha.

Dalam garis besarnya Sumber Hukum islam dapat dibagi menjadi dua bagian, (Sulaiman Abdullah, 1995:3) yaitu :
1. Sumber Naqly, ialah sumber hukum islam dimana  seorang mujhtahid tidak mempunyai peranan dalam pembentukannya, karena memang sumber hukum islam ini sudah tersedia. Yang termasuk sumber hukum islam Naqly adalah : A-quran, Hadis dan dihubungkan dengan keduanya, yaitu Ijma, Qaul Sahabat, Syariat terdahulu dan Urf.
2. Sumber Aqly, adalah sumber hukum islam dimana seseorang mujhtahid dapat berperan dalam pembentukannya, misalnya : Qias, Istihsan, Istishlah/ Muslahat-musrsalah dan Istihab.


Sekalipun kedua sumber hukum islam tadi dapat dibedakan, namun keduanya tidak dapat dipisahkan karena antara keduanya terdapat hubungan yang erat, karena pengambilan dalil Naqly memerlukan penelitian dan pemikiran dengan ratio/ akal, sedangkan pengambilan dalil Aqly tidak dapat pula dikatakan Syah jika tidak berpedoman pada apa yang telah digariskan dalam Naqli.

Selain daripada pembagian diatas, Sumber Hukum islam secara garis besar, dapat pula dibagi menjadi: sumber hukum islam Ashliyah yang didalamnya adalah Al-Quran dan hadis/ sunnah dan sumber hukum islam Tabaiyah yang mencakup Ijma, Qaul (pendapat) Sahabat, Qias, Istihsan, Istishlah/ Muslahat-mursalah, Urf, syariah Umat terdahulu, dan Istishab.

Bilamana kita memperhatikan cakupan masing-masing sumber hukum islam tadi, baik Naqliyah, Aqliyah maupun  Ashaliyah dan Tabiyah, maka tampak bahwa sumber hukum islam ada 10 (sepuluh) macam yaitu: Al-Quran , Hadis, Ijma, Qias, Istihsan, Istishlah, Qaul (pendapat) sahabat dan Urf, Syariat umat terdahulu dan istishab. Dari kesepuluh sumber hukum islam tersebut menurut Hanafi, (1984 : 54) ada tujuh yang didapati banyak digunakan oleh para fuqaha atau dengan kata lain telah disepakati oleh para fuqaha, yaitu Al-Quran, Hadis, Ijma, Qias, Istihsan, Maslahat-mursalah dan Urf.

Demikianlah pembahasan mengenai sumber-sumber hukum islam dalam tulisan ini, semoga tulisan saya mengenai sumber-sumber hukum islam dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam penulisan sumber-sumber hukum islam :

- M.Arifin Hamid, (2011). HUKUM ISlAM Perspektif Keindonesiaan (Sebuah Pengantar dalam Memahami Realitasnya di Indonesia). PT.UMITOHA GRAFIKA : Makassar.
Sumber Sumber Hukum Islam
Gambar Sumber Sumber Hukum Islam

Labels: