Sumber Hukum Islam Tabaiyah : Urf atau Kebiasaan

Sumber Hukum Islam Tabaiyah : Urf atau Kebiasaan

Hukum Sumber Hukum

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai kebiasaan sebagai sumber hukum islam Tabaiyah.

Sumber Hukum Islam Tabahiyah adalah kebalikan dari sumber hukum islam Ashliyah. Yang dimaksud dengan sumber hukum islam Tabaiyah adalah sumber hukum islam yang penggunaannya masih bergantung pada sumber hukum islam yang lain. Sumber hukum islam ini jumlahnya banyak, tetapi yang umum digunakan/ banyak digunakan terbatas pada Ijma, Qaul (pendapat) Sahabat Qias, Ishtihsan, Istihslah dan Urf disamping Al-Quran dan Hadis.

Salah satu dari sumber hukum islam Tabaiyah adalah Urf atau kebiasaan. Dari segi pengertian bahas, Urf dalam bahasa Arab berarti mengetahui kemudian dipakai dalam arti sesuatu yang diketahui, dikenal atau dianggap baik dan dapat diterima oleh pikiran yang waras.

Selanjutnya menurut pengertian umum, Urf adalah kebiasaan, sedangkan menurut ilmu fiqih, Sumber Hukum islam Urf adalah ketentuan-ketentuan hukum yang berasal dari kebiasaan masyarakat arab pra islam yang diterima oleh islam, karena tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuannya.

Sumber hukum islam Urf dapat dibagi dalam dua macam :
1. Sumber hukum islam Urf umum atau Urf Amaly, kebiasaan umum yang berlaku bagi semua orang yang ada dalam suatu wilayah negeri mengenai perkara-perkara tertentu;
2. Sumber hukum islam Urf khusus atau urf Qauly, kebiasaan yang berlaku bagi segolongan orang tertentu di suatu negeri, misalnya kebiasaan menyebut walad bagi anak laki-laki.


Sumber hukum islam Urf juga dapat dibagi menjadi sumber hukum islam urf am dan sumber hukum islam urf khas. Sumber hukum islam Urf am adalah sumber hukum islam urf yang telah dikenal dan dipraktikkan oleh manusia pada setiap masa, misalnya transaksi dengan pesanan; jual beli tanpa harus melafazkan ijab dan qabul dan sebagainya. Sedangkan sumber hukum islam urf khas adalah kebiasaan telah dikenal oleh penduduk suatu daerah atau negara tertentu, misalnya kebiasaan mengartikan kata dabbah dengan khimar atau kuda di negara lain.

Adapun syarat untuk menjadikan sumber hukum islam adalah sebagai berikut (Syarmin Syukur, 1993: 209-210) :
1. Sumber hukum islam Urf tidak boleh bertentangan dengan nash (Al-quran dan Hadis) yang qath'i. Oleh karena itu meskipun suatu kebiasaan sudah dikenal dan dipraktikkan orang, tetapi bertentangan dengan nash yang qath'i, maka kebiasaan itu tidak dapat dijadikan sumber hukum islam;
2. Sumber hukum islam Urf harus berlaku secara umum pada semua peristiwa. Oleh karena itu, tidak dibenarkan Urf yang sama kemudian terjadi pertentangan dalam melaksanakannya;
3. Sumber hukum islam Urf harus berlaku selamanya, sehingga tidak dibenarkan urf yang datang kemudian.


Dengan demikian, kedudukan sumber hukum islam Urf sebagai sumber hukum islam tambahan adalah pelengkap dari sumber-sumber hukum lainnya tidak memberikan ketentuan hukum mengenai sesuatu, maka ketentuan urf dapat dipakai, asal saja tidak bertentangan dengan ajaran islam.

Seperti halnya dengan sumber hukum islam Istishlah/ Muslahat-mursalah, sumber hukum islam Urf inipun hanya mungkin dipakai mengenai perkara-perkara yang dalam Al-quran dan atau Hadis tidak secara tegas diperintahkan atau dilarang. Demikianlah pembahasan mengenai kebiasaan sebagai sumber hukum islam tabaiyah, semoga tulisan saya mengenai kebiasaan sebagai sumber hukum islam dapat bermanfaat.

Sumber: Buku dalam penulisan kebiasaan sebagai sumber hukum islam :

- M.Arifin Hamid, (2011). HUKUM ISlAM Perspektif Keindonesiaan (Sebuah Pengantar dalam Memahami Realitasnya di Indonesia). PT.UMITOHA GRAFIKA : Makassar.
Sumber Hukum Islam Tabaiyah
Gambar Sumber Hukum Islam Tabaiyah

Labels: