Sumber Hukum Internasional ~ Keputusan-keputusan pengadilan atau pengadilan arbitrasi

Sumber Hukum Internasional ~ Keputusan-keputusan pengadilan atau pengadilan arbitrasi 

Hukum Sumber Hukum


Pengertian Sumber Hukum Internaional didefinisikan sebagai bahan-bahan aktual dari mana seorang ahli hukum menentukan kaidah hukum yang berlaku terhadap keadaan tertentu. Bahan-bahan ini dimasukkan dalam lima kategori atau bentuk utama dari sumber hukum internasional, yaitu :
1. Kebiasaan
2. Traktat-Traktat
3. Keputusan-keputusan pengadilan atau pengadilan arbitrasi
4. Karya-karya Hukum
5. Keputusan-keputusan atau penetapan-penetapan organ-organ lembaga-lembaga internasioanal.

Keputusan-keputusan pengadilan atau pengadilan arbitrasi

Sumber Hukum Internasional salah satunya adalah Keputusan-keputusan pengadilan atau pengadilan arbitrasi. Satu satunya pengadilan yudisial internasional permanen yang ada yang memiliki yurisdiksi umum adalah International Court of Justice, yang sejak tahun 1946 menggantikan kedudukan Permanent Court of International Court of Justice menurut Statuta Permanent Court of International Justice yang digantikannya. Selama periode 1921-1940, Permanent Court of International Justice telah mengeluarkan banyak keputusan dan memberikan sumbangan terhadap perkembangan yurisprudensi internasional sebagaimana yang diharapkan oleh para pendirinya. Hasil kerja pengadilan yang menggantikan kedudukannya juga tidak kalah pentingnya.

Keputusan-keputusan yudisial nasional

Ada dua cara di mana keputusan-keputusan Pengadilan Nasional mengarahkan pada pembentukan kaidah hukum internasional :
1. Keputusan-keputusan yang dapat dipandang sebagai preseden-preseden berbobot, atau pun sebagai sumber-sumber yang mengikat. Menurut Marshall C.J. dari Mahkamah Agung Amerika Serikat : "keputusan-keputusan pengadilan setiap negara menunjukkan bagaimana hukum internasiona, dalam hal-hal tertentu, dimengerti di negara-negara tersebut, dan yang akan dipertimbangkan dalam penggunaan kaidah hukum yang harus berlaku di negara ini".
2. Keputusan pengadilan-pengadilan nasional, berdasarkan prinsip-prinsip yang sama untuk pembentukan kebiasaan, dapat menimbulkan perkembangan kaidah-kaidah kebiasaan hukum internasional. Dengan demikian, misalnya beberapa kaidah tertentu dari hukum ekstradisi dan pengakuan negara pada tahap awal bermula dari keputusan-keputusan yang seragam yang diberikan oleh pengadilan-pengadilan nasional.

Keputusan-keputusan pengadilan arbitrasi internasional

Keputusan-keputusan Pengadilan Arbitrasi Internasional seperti Permanent Court of Arbitration, British-American Mixed Claims Tribunal, dan lain-lain, telah memberikan sumbangan terhadap perkembangan hukum internasional. Dalam bidang-bidang berikut ini, keputusan arbitrasi telah ikut menambah atau memperjelas tentang apa yang menjadi hukum: kedaulatan teritorial, netralitas, yurisdiksi negara, hukuman kerja paksa negara dan tanggung jawab negara. Banyak arbitrasi terkenal dipandang sebagai hal-hal yang menonjol dalam sejarah hukum internasional, misalnya : Alabama Claims Arbitration (1872), Behring Fisheries Arbitration (1893) dan North Atlantic Fisheries Case (1910).

Perbedaan pokok antara keputusan arbitrasi dan keputusan yudisial bukan terletak pada prinsip-prinsip yang oleh masing-masing pengadilan diterapkan, tetapi dalam cara pemilihan para hakim, jaminan masa jabatan para hakim, kebebasan para pihak dalam pengadilan-pengadilan itu, dan fakta bahwa pengadilan yudisial international diatur oleh serangkaian aturan prosedur yang tetap, bukan oleh ketentuan ad hoc bagi tiap-tiap perkara. Juga harus ditekankan bahwa fungsi-fungsi sebuah pengadilan yang dinyatakan tidak sesuai dengan hukum internasional, sedangkan suatu pengadilan arbitrasi tidak perlu selalu memusatkan dirinya pada fungsi-fungsi demikian, pengadilan ini seringkali berkaitan dengan suatu penentuan dalam penyelesaian suatu sengketa tanpa memandang apakah pokok permasalahan dalam perkara itu menyangkut penataan atau tidaktaatan terhadap hukum internasional atau tidak.

Buku Hukum Internasional yang dipakai dalam penulisan ini :

- Bambang Iriana Djajaatmadja. Pengantar hukum internasional edisi ke sepuluh. Sinar Grafika: Jakarta.
Sumber Hukum Internasional
Gambar Sumber Hukum Internasional

Labels: