Sumber Hukum Internasional ~ kebiasaan (custom)

Sumber Hukum Internasional ~ kebiasaan (custom)

Hukum Sumber Hukum


Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai kebiasaan sebagai bagian dari sumber hukum internasional.
Pengertian Sumber hukum Internasional didefinisikan sebagai bahan-bahan aktual dari mana seorang ahli hukum menentukan kaidah hukum yang berlaku terhadap keadaan tertentu. Bahan-bahan ini dimasukkan dalam lima kategori atau bentuk utama dari sumber hukum internasional, yaitu :
1. Kebiasaan
2. Traktat-Traktat3. Keputusan-keputusan pengadilan atau pengadilan arbitrasi
4. Karya-karya Hukum
5. Keputusan-keputusan atau penetapan-penetapan organ-organ lembaga-lembaga internasioanal.

Kebiasaan (costum)

Sumber Hukum Internasional salah satunya adalah kebiasaan (costum). Sampai saat ini, hukum internasional sebagian besar terdiri dari kaidah-kaidah kebiasaan. Kaidah-kaidah ini pada umumnya telah menjalani suatu proses sejarah yang panjang yang berpuncak pada pengakuan oleh masyarakat internasional. Kaidah-kaidah kebiasaan tradisional yang besar tersebut makin menyusut sebagai akibat dari adanya sejumlah besar traktat "yang membentuk hukum" (lawmaking) yang banyak dibuat sejak pertengahan abad lalu, dan makin berkurang lagi karena pekerjaan komisi hukum internasional dalam mengkodifikasi dan menyatakan kembali kaidah-kaidah kebiasaan di dalam traktat-traktat seperti konvensi-konvensi di Wina tanggal 18 April 1961, 24 April 1963 dan tanggal 22 Mei 1969, berturut-turut mengenai hubungan-hubungan diplomatik, hubungan-hubungan konsuler dan hukum Traktat. Sedangkan menurut pandangan yang dikemukakan oleh beberapa penulis, kebiasaan internasional masih tetap akan memainkan peranan penting sebagai sumber dinamis kaidah hukum internasional yang baru dimana masyarakat internasional mengalami perubahan-perubahan di bidang-bidang baru yang tidak/ belum terjamah oleh traktat-traktat, keputusan-keputusan yudisial ataupun tulisan para ahli hukum.

Istilah "kebiasaan" (custom) dan "adat istiadat" (usage) sering digunakan secara bergantian. Secara tegas dapat dikatakan, ada suatu perbedaan teknis yang tegas di antara kedua istilah tersebut. Adat istiadat merupakan tahapan yang mendahului adanya kebiasaan. Kebiasaan mulai apabila adat-istiadat adat-istiadat berakhir. Adat-istiadat adalah suatu kebiasaan bertindak yang belum sepenuhnya memperoleh pengesahan hukum. Adat-istiadat mungkin bertentangan, kebiasaan harus terunfikasi dan bersesuaian (self-consistent). Viner's Abrigement, yang berkenaan dengan kebiasaan dalam hukum inggris, mengemukakan hal tersebut secara singkat : 
"kebiasaan, sebagaimana dimaksudkan oleh hukum, adalh suatu adat-istiadat yang telah memperoleh kekuatan hukum".

Suatu unsur dari kebiasaan, sebagaimana telah kita lihat, merupakan suatu bentuk kaidah hukum internasional dari sejak zaman purba sampai dengan zaman modern. Pada masa Yunani kuno, kaidah-kaidah hukum perang dan damai timbul dari kebiasaan-kebiasan umum yang dilakukan oleh Negara-negara kota Yunani. Kaidah-kaidah kebiasaan ini diberi bentuk yang jelas melalui proses generalisasinya dan unifikasi berbagai macam adat-istiadat yang sebelaumnya secara sendiri-sendiri ditaati oleh masing-masing republik kota. Proses serupa berlangsung diantara negara-negara kecil Italia pada abab pertengahan. Pada abab keenam belas dan ketujuh belas Eropa menjadi wilayah yang penuh dengan negara-negara nasional dan merdeka, proses demikian juga berjalan dengan taraf yang lebih tinggi dan lebih luaas. Dari adat-istiadat yang berkembang dalam hubungan negara-negara Eropa modern tersebut muncul kaidah-kaidah hukum internasional kuno.

Demikianlah pembahasan mengenai sumber hukum internasional dalam tulisan ini, semoga tulisan saya mengenai sumber hukum internasional dapat bermanfaat.

Buku Hukum Internasional yang dipakai dalam penulisan ini :

- Bambang Iriana Djajaatmadja. Pengantar hukum internasional edisi ke sepuluh. Sinar Grafika: Jakarta.
Sumber Hukum Internasional
Gambar Sumber Hukum Internasional

Labels: