Pengertian Hukum Adat

Pengertian Hukum Adat

Hukum Sumber Hukum


Pengertian Hukum Adat atau seperti Prof. Mr. Dr. R. Soepomo dalam karangan beliau "beberapa catatan mengenai kedudukan hukum adat" menganjurkan, guna menghindari kebingungan. Pengertian istilah "hukum adat", untuk dipakai sebagai persamaan dari hukum yang tidak tertulis di dalam peraturan legislatif (unstatutory law) meliputi peraturan-peraturan hidup, yang meskipun tidak ditetapkan oleh yang berwajib (pemerintah bersama DPR), toh ditaati dan didukung oleh rakyat berdasarkan atas keyakinan bahwasannya peraturan-peraturan tersebut mempunyai kekuatan hukum. Istilah hukum adat untuk pertama kalinya dipergunakan oleh Prof. Dr. Snouck Hurgronje (1893) untuk menunjukkan, bahwa hukum itu tidak dikodifikasikan. Istilah adat (berasal dari bahasa Arab) mempunyai arti "kebiasaan".

Untuk dapat pengakuan sebagai hukum adat, maka kebiasaan itu harus memenuhi 2 syarat, yaitu :
1. Bahwa kebiasaan itu, dalam keadaan yang sama, selalu di indahkan oleh umum.
2. Adanya keyakinan, bahasanya kebiasaan itu mempunyai kekuatan hukum.


Dengan adanya dua syarat mutlak tersebut di atas ini, maka dapat pula dikatakan, bahwa hukum adat mempunyai 2 unsur yakni :
1. Unsur kenyataan (syarat 1 di atas)
2. Unsur psychologis (syarat 2 di atas)


Adapun unsur psychologis ini bersumber kepada suatu kepercayaan religus, yang mempengaruhi masyarakat itu. Masyarakat Indonesia terhimpun bukan karena rasa kemasyarakatan saja, tetapi juga karena adanya perasaan kepercayaan yang sama dalam menghadapi "de onzichtbare wereld, de buiten wereld" dan bagian-bagian tertentu dari "de stoffrlijke wereld".

Atas dasar ini timbul kebiasaan-kebbiasaan, yang betul-betul di taati oleh para anggotanya karena adanya rasa takut akibat pelanggarannya, bukan saja yang berupa sanksi fisik tetapi dan terutamanya sanksi-sanksi religieus. "Eenheid van godsdienstige voorstellingen is het voornaamste bindmeiidle" dari masyarakat ini demikian Prof. Dr. J. Prins.

Masyarakat ini yang merupakan suatu masyarakat hukum dengan adanya sanksi-sanksi itu adalah masyarakat yang social-religious. Karena itu hukum adat sudah ada sebelum ini dinyatakan oleh Prof. Dr. Snouck Hurgronje.

Karena hukum adat itu bersumber kepada sifatnya yang religieus, maka sangat dipengaruhi oleh perkembangan religie dari masyarakat itu sendiri seperti pengaruh-pengaruh dari Agama Brahma dan Buddha, lebih-lebih Agama Islam.

Sejak Agama Islam menjadi agama dianut oleh sebagian besar bangsa Indonesia, maka dalam penghidupan sehari-hari dikalangan para anggotanya terjadi suatu resepsi hukum islam dalam hukum adat.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian hukum adat, semoga tulisan saya mengenai pengertian hukum adat dapat bermanfaat.

Buku Hukum Adat yang digunakan dalam penulisan ini :

- Achmad Ichsan, 1967. HUKUM PERDATA IA. PT Pembimbing Masa: Jakarta.
Pengertian Hukum Adat
Gambar Artikel Pengertian Hukum Adat

Labels: