hukum waris islam : Asas Ijbari

Hukum Waris Islam : Asas Ijbari

Hukum Sumber Hukum

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai asas ijbari dalam hukum waris islam.

Hukum Waris Islam salah satunya adalah asas ijibari. Asas hukum waris islam ijibari mengandung arti bahwa peralihan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli warisnya berlaku dengan sendirinya menurut ketetapan Allah tanpa digantungkan kepada kehendak pewaris atau ahli waris nya. Unsur "memaksa" (ijbari = compulsary) dalam hukum waris islam itu terlihat, terutama dari kewajiban ahli waris yang menerima perpindahan harta peninggalan pewaris kepadanya sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan Allah diluar kehendaknya sendiri. Oleh karena itu, calon pewaris yaitu orang yang akan meninggal dunia pada suatu ketika, tidak perlu merencanakan penggunaan hartanya setelah ia meninggal dunia kelak, karena dengan kematiannya, secara otomatis hartanya akan beralih kepada ahli warisnya dengan perolehan yang sudah dipastikan.

Asas hukum waris islam ijbari dapat dilihat dari beberapa segi, yakni (a) dari segi peralihan harta yang pasti terjadi setelah orang meninggal dunia. Ini dapat dilihat dari firman Allah dalam surat An-nisa (4) ayat 7. Dalam surat itu disebutkan bahwa bagi laki-laki dan bagi perempuan ada nasib atau bagian (warisan) dari hartaa peninggalan ibu bapak dan keluarga dekatnya. Dari kata "Nasib" itu dapat dipahami bahwa dalam sejumlah harta yang ditinggalkan oleh pewaris, terdapat bagian atau hak ahli wari. Karena itu pewaris tidak perlu menjanjikan sesuatu yang akan diberikan kepada ahli warisnya sebelum ia meninggal dunia.

Demikian juga halnya dengan ahli waris, tidak perlu meminta-minta haknya kepada (calon) pewaris. Unsur Ijbari dalam hukum waris islam  dapat dilihat juga dari segi (b) jumlah hartan yang sudah ditentukan bagi masing-masing ahli waris. Ini tercermin dalam kata mafrudan yang makna asalnya adalah "ditentukan atau diperhitungkan". Apa yang sudah ditentukan atau diperhitungkan oleh Allah wajib dilaksanakan oleh hambaNya. Sifat wajib yang dikandung dalam kata itu memaksa manusia untuk melaksanakan ketentuan yang sudah ditetapkan Allah itu.

Unsur jibari lain yang ada dalam hukum waris islam adalah (c) penerimaan harta peninggalan sudah ditentukan dengan pasti yakni mereka yang mempunyai hubungan darah dan ikatan perkawinan dengan pewaris seperti yang dirinci dalam pengelompokan ahli waris di surat An-Nisa (4) ayat 11, 12 dan 176. Karena rincian yang sudah pasti itu maka tidak ada satu kekuasaan manusia pun yang dapat mengubahnya. Dan, oleh karena unsurnya demikian, dalam kepustakaan, hukum waris islam yang sui generis ini disebut juga bersifat compulsary, bersifat wajib dilaksanakan sesuai dengan ketetapan Allah itu.

Demikianlah pembahasan mengenai asas ijbari dalam hukum waris islam, semoga tulisan saya mengenai asas ijbari dalam hukum waris islam dapat bermanfaat.

Buku Hukum Islam yang dipakai dalam penulisan ini :

- Muhammad Daud Ali, (2004). Hukum islam. PT.RAJA GRAFINDO PERSADA : Jakarta.
Hukum Waris Islam
Gambar Hukum Waris Islam

Labels: