Hukum Waris islam : Asas Bilateral

Hukum Waris islam : Asas Bilateral

Hukum Sumber Hukum

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai asas bilateral dalam hukum waris islam.

Hukum waris islam salah satunya adalah asas bilateral. Asas bilateral dalam hukum waris islam berarti seseorang menerima hak atau bagian warisan dari kedua belah pihak: dari kerabat keturunan laki-laki dan dari kerabat keturunan perempuan.

Asas hukum waris islam bilateral ini dapat dilihat dalam surat An-Nisa (4) ayat 7, 11, 12 dan 176. Di dalam ayat 7 ditegaskan bahwa seorang laki-laki berhak mendapat warisan dari ayahnya juga ibunya, demikian halnya dengan perempuan.

Di dalam ayat 11 ditegaskan bahwa anak perempuan dan anak laki-laki berhak menerima warisan dari orang tuanya, dengan perbandingan bagian seorang anak laki-laki sebanyak bagian dua anak perempuan; ibu berhak mendapat warisan dari anaknya baik laki-laki maupun perempuan, sebesar seperenam.

Di dalam ayat 12 dijelaskan jika seorang laki-laki atau perempuan mati punah, maka saudaranya yang laki-laki juga yang perempuan yang berhak mendapat harta warisan itu.

Di dalam ayat 176 disebutkan jika seorang laki-laki tidak memiliki keturunan sedang ia memiliki saudara perempuan, maka saudara perempuan itulah yang berhak menerima harta warisan; jika seorang perempuan tidak memiliki keturunan sedang ia memiliki saudara laki-laki, maka saudara laki-laki itulah yang berhak menerima harta warisan.

Asas hukum waris islam bilateral berlaku juga pada garis keturunan ke atas baik dari ayah maupun ibu, yakni pewarisan kakek dan nenek; asas hukum waris islam bilateral juga berlaku pada garis keturunan kebawah ayah dan ibu, dalam hal ini pewarisan untuk cucunya; asas hukum waris islam bilateral juga berlaku untuk kerabat garis kesamping dari ayah dan ibu, dalam hal ini adalah pewarisan untuk saudara laki-laki dan saudara perempuannya.

Demikianlah pembahasan mengenai asas bilateral dalam hukum waris islam, semoga tulisan saya mengenai asas bilateral dalam hukum waris islam dapat bermanfaat.

Buku tentang hukum islam yang dipakai dalam penulisan ini :

- Muhammad Daud Ali, (2004). Hukum islam. PT.RAJA GRAFINDO PERSADA : Jakarta.
Hukum Waris Islam
Gambar Hukum Waris Islam

Labels: