Hukum Perkawinan Adat ~ Arti perkawinan dalam hukum perkawinan adat

Hukum Perkawinan Adat ~ Arti perkawinan dalam hukum perkawinan adat

Hukum Sumber Hukum


Arti perkawinan bagi hukum adat adalah penting karena tidak saja menyangkut hubungan antara kedua mempelai, akan tetapi juga menyangkut hubungan antara kedua pihak mempelai seperti saudara-saudara mereka atau keluarga mereka lainnya. Bahkan dalam hukum adat diyakini bahwa perkawinan bukan saja merupakan peristiwa penting bagi mereka yang hidup, tetapi juga merupakan peristiwa penting bagi leluhur mereka yang telah tiada. Arwah-arwah leluhur kedua pihak diharapkan juga merestui kelangsungan rumah tangga mereka akan lebih rukun dan bahagia.

Karena begitu penting arti perkawinan ini, maka pelaksanaan perkawinan itu pun senantiasa dan seterusnya disertai dengan berbagai upacara lengkap dengan sesajennya. Ini semua seakan-akan adalah tahayul, tetapi pada kenyataan hal ini hingga sekarang masih sangat meresap pada kepercayaan sebagian besar rakyat indonesia dal oleh karena itu masih tetap juga dilakukan di mana-mana.

Hazairin dalam bukunya, Rejang, mengemukakan bahwa ada tiga buah rentetan yang merupakan perbuatan magis muncul ketika terjadinya peristiwa terjadinya peristiwa perkawinan itu, yakni yang bertujuan menjamin ketenangan (koelte), kebahagian (welvaart) dan kesuburan (vruchtbaarheid).

Menurut M.M. Djojodigoeno hubungan suami isteri setelah perkawinan ini bukan saja merupakan suatu hubungan perikatan yang berdasarkan perjajian atau kontrak akan tetapi juga merupakan suatu paguyuban. Paguyuban ini adalah peguyuban hidup yang menjadi pokok ajang kehidupan suami isteri selanjutnya beserta anak-anaknya yang lazim disebut "somah", istilah Jawa yang artinya keluarga. Dalam somah ini terjadi hubungan antara suami dan isteri sedemikian rupa rapatnya, sehingga dalam pandangan orang jawa mereka itu disebut "satu  ketunggalan".

Buku Hukum Adat yang dipakai dalam penulisan ini :

- C. Dewi Wulansari, 2010. HUKUM ADAT INDONESIA Suatu Pengantar. PT Refika Aditama: Bandung.
Hukum Perkawinan Adat
Gambar Hukum Perkawinan Adat

Labels: